Coba kalian ingat-ingat, berapa kali dalam hidup kalian saat suka sama pacar orang?
Rasa suka itu emang datang gak kenal permisi. Bisa datang kapan saja, di mana saja, bahkan saat kamu lagi boker pun bisa suka sama pacar orang. Alasan suka itu sendiri berbeda-beda ya... tergantung masing-masing orang. Ada yang tiba-tiba suka sama pacar orang karena ukuran dadanya bikin mimisan, ada yang suka karena tiap ke kampus si doi pake mobil, ada yang suka karena si doi supel dan ramah, ada yang suka karena selalu duduk bareng di gereja, pokoknya macam-macam...
Nah, kita emang gak salah jika suka sama pacar orang karena perasaan suka itu gak bisa dicegah. Yang salah itu saat ada niat untuk merebut si doi dari pacarnya, atau biasa disebut menikung. Kalian pasti tahu sakitnya saat ditikung. Come on guys, jangan jadi manusia hina dengan merebut pacar orang. Gak perlu merebut kebahagiaan orang lain, gak perlu merebut milik orang lain.
Lalu apa yang harus dilakukan saat suka sama pacar orang?
1. Menunggu
Karena kita (cowok-cowok) dilahirkan sebagi pejuang, bahkan sel sperma pun perlu perjuangan berat untuk mencapai sel telur. Kita hanya perlu menunggu saat dimana doi putus dari pacarnya, saat doi udah berstatus jomblo, saat itulah kesempatan kita.
Tapi cari info dulu apakah si doi ini suka putus-nyambung-putus-nyambung ama pacarnya gak? Atau mereka pacaran udah berapa tahun? Konon katanya, lama pacaran berbanding lurus dengan lamanya move on.
Selamat menunggu...
2. Merelakan
Kalau kamu udah menunggu sampe akhir semester, bahkan sampe saat wisuda dan si doi belum juga putus dari pacarnya sementara kamu harus pergi ke Ghana mencari pekerjaan, atau saat dapat undangan nikah si doi dengan pacarnya itu, maka saat itu kamu harus merelakan dan menerima kenyataan bahwa kebersamaan kalian bukan bagian dari rencana Tuhan.
Tapi...
Kadang-kadang saat kita sudah bisa merelakan, saat itu Tuhan mengirimkan jawaban. Mungkin si doi tiba-tiba gak jadi nikah karena pacarnya ternyata gay, atau gak jadi nikah karena puluhan mantan gagal move on dari pacarnya bersama lusinan selingkuhannya beserta istri-istri dan anak-anaknya mengamuk sambil bawa parang dan samurai.
Happy ending memang terasa manis, tapi hidup tidak pernah semulus paha Taylor Swift. Move on, guys...



0 komentar:
Posting Komentar